Faizal Assegaf: Rupiah Tembus Rp16.000 Per Dolar, Isu Pilpres Keok

  • Bagikan
Kritikus politik Faizal Assegaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Nilai tukar rupiah terus-menerus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Rabu kemarin, nilainya bahkan jeblok nyaris 1%.

Tren pelemahan rupiah mulai terjadi sejak 12 Maret lalu. Hingga Rabu kemarin saat berakhir di Rp 15.260/US$, rupiah sudah merosot nyaris 3%.

Dengan terus terjadinya pelemahan tersebut, sepanjang tahun ini Mata Uang Garuda sudah merosot hingga 7% dan berada di level terelemah dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.

Jebloknya kurs rupiah membuat inflasi Indonesia melonjak hingga 77% sementara ekonomi terkontraksi 13,7% lebih.

Kritikus Faizal Assegaf mengatakan prediksi yang mengkhawatirkan jika kurs rupiah tembus Rp16.000 per Dollar AS.

Masalah ekonomi itu akan menjadi isu utama jika benar terjadi. Bahkan bisa mengalahkan isu Pilpres 2024 yang mulai memanas.

“Rupiah tembus Rp.16 per Dollar AS, Isu Pilpres Keok.. Berbagai pihak khawatir terjadi goncangan sosial-politik yg jauh lebih mengerikan dari 1998,”tulis Faizal Assegaf di twitter pribadinya @faizalassegaf, Kamis (29/9).

Hal ini terkait pergantian dan pemilihan presiden yang semakin dekat di selenggarakan.

Hal ini dinilai sebagai salah satu permasalahan nasional di Indonesia yang ia takutkan mampu membawa Indonesia kembali ke masa krisis moneter tahun 1998.

“Terebih situasi ekonomi rakyat saat ini semakin menumpuknya akibat aneka problem nasional yg amburadul,” ungkapnya.(Erfyansyah/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan