Omar Dani Ungkap Keterlibatan Badan Intelijen AS dalam G30S PKI, Soeharto Hanya Diperalat

  • Bagikan
Omar Dhani, kanan, bersama Bung Karno.

Dia menegaskan, Heru Atmodjo tidak pernah menandatangani pernyataan Dewan Revolusi.

“Ketika Letkol Untung jadi saksi dalam persidangan Soepardjo, hakim menanyakan siapa yang memimpin G30S, Untung langsung menyahut: saya. Keanehan lain soal pengumuman Dewan Revolusi 1 Oktober, bahwa pangkat di atas letnan kolonel harus dicopot menjadi letkol. Brigjen Soepardjo, waktu 1 Oktober 1965, pergi ke Halim menghadap BK (Bung Karno), memakai pangkat Brigjen,” ucapnya.

Lebih jauh dia menyebut, keterlibatan badan intelijen Amerika Serikat dan Soeharto hanya diperalat.

“G30S itu suatu rekayasa, memang begitulah. Menurut saya CIA itu sangat terlibat dan Harto adalah tangan yang dipakai,” sebutnya.

Pasalnya kata Omar Dani, saat itu tidak ada jenderal di Indonesia yang bisa membuat suatu operasi intelijen yang begitu canggih seperti G30S.

“Yani itu termasuk yang dikorbankan , seperti para jenderal itu,” pungkasnya. (selfi/fajar).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan