Di Mana Soekarno dan Soeharto saat G30S PKI Terjadi?

  • Bagikan

Disana, Komandan Batalyon II Kawal Kehormatan Cakrabirawa, Untung juga ada mengawal Soekarno.

Menurut Mangil Martowidjojo, Soekarno sempat pulang ke Istana Merdeka. Sementara Maulwi pulang.

Setelah berganti pakaian, menurut cerita dari buku Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1965 (1999), Seokarno pergi lagi dengan diam-diam, dengan memakai mobil Chrysler hitam. Mangil juga ikut serta, jadi setelah pukul 22.00 malam hingga pagi, Mangil yang paling tahu di mana posisi Sukarno pada malam 30 September 1965.

Sukarno dan pengawalnya terlebih dahulu singgah di Hotel Indonesia untuk menjemput Ratna Sari Dewi. Mereka menginap di rumah Ratna Sari Dewi, Wisma Yaso, di Jalan Gatot Subroto.

Salah satu pengawal Soekarno, Sogol melihat Seokarno bangun sejak pukul 05.00 subuh 1 Oktober. Sementara Malwi pagi itu kebingungan mencari keberadaan Soekarno.

Sejak subuh saluran telepon istana terputus. Soekarno sempat ke rumah Istrinya yang lain, Hartini.

Setelah mendapat laporan soal raibnya petinggi Angkatan Darat, Soekarno ke Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah dan bertemu beberapa pelaku gerakan lain.

Keberadaan Sukarno di Halim pada 1 Oktober membuat banyak orang berpikir dirinya terlibat G30S.

Bagaimanapun, Halim dengan pesawat-pesawat angkut yang ada di sana tentu lebih bisa menerbangkan Sukarno jika keadaan Jakarta memanas dan tidak aman.

Sementara itu Ketua CC PKI D.N. Aidit, yang dituding Orde Baru sebagai otak Gerakan 30 September 1965, dijemput juga oleh anggota komplotan dari rumahnya di Jalan Pegangsaan Barat no 4 Cikini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan