Di Mana Soekarno dan Soeharto saat G30S PKI Terjadi?

  • Bagikan

“Malam itu, kira-kira pukul 21.00, Bang Amat dibawa dengan mobil oleh orang-orang yang tidak aku kenal,” ungkap Murad Aidit dalam Menolak Menyerah (2005).

Mantan Komandan Brigade Infanteri atau Brigif I Kodam V Jakarta Raya atau Kodam V Jaya Kolonel Abdul Latief mengaku melapor kepada Soeharto tentang adanya Dewan Jenderal dan pada 30 September pukul 23.00.

Latief menyampaikan bahwa para jenderal akan dihadapkan ke Soekarno. Reaksi Soeharto pada saat itu kata dia hanya manggut-manggut.

“Dia hanya manggut-manggut, tidak memberi reaksi apa-apa. Dia hanya menanyakan ‘Siapa yang memimpin?’ Saya bilang Letkol Untung. Tapi ia benar-benar tidak mau menemui Soekarno,” jelasnya diwawancarai Tempo 16 April 2000, dikutip dari Datatempo.

“Malah, Soeharto memerintahkan tiga jenderal untuk meminta surat 11 Perintah Maret. Dan akhirnya presiden ditahan di wisma Yaso sampai meninggal. Sementara itu, isi surat 11 Maret tidak menentukan Soeharto harus berkuasa. Ini tindakan insubordinasi. Soeharto melakukan kudeta,” lanjutnya.

Sementara itu, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Omar Dani menjelaskan, pada pukul 16.00, 30 September 1965, laporan pertama masuk dari Asisten Direktur Intel AURI Letkol Heru Atmodjo, bahwa ada gerakan di lingkungan AD yang akan menjemput Jenderal AD untuk dihadapkan kepada Soekarno.

“Itu reaksi dari para perwira muda AD yang tidak puas terhadap keadaan AD. Lalu saya minta dia untuk mengecek kebenarannya. Kemudian pukul 20.00 malam dia datang lagi,” katanya ketika diwawancarai 25 Januari 2021 silam dikutip dari Datatempo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan