Luhut dan PKB Sebut Presiden RI Harus Suku Jawa, Said Didu: Orang Luar Jawa hanya Penumpang Gelap di NKRI?

  • Bagikan
Said Didu. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid mengamini pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut jika calon Presiden RI hanya dari suku dan etnis Jawa.

"Jika kita melihat pada Pemilu Presiden maka kata kunci untuk menjadi pemenang atau menjadi presiden adalah Islam dan Jawa, kata kuncinya itu," dalam diskusi ICMI Talk, Kamis (29/9/2022).

Pasalnya, menurut Jazilul, mayoritas penduduk Indonesia saat ini merupakan penganut agama Islam dan merupakan keturunan Suku Jawa.

Menanggapi itu, Kritikus dan pegiat media sosial, Muhammad Said Didu memberikan komentar yang menohok.

Ia menyebut jika warga di luar Jawa hanya sebagai penumpang gelap di Indonesia.

"Orang luar Jawa hanya penumpang gelap di NKRI?" ucapnya.

Sebelumnya, pernyataan Luhut terkait presiden hanya bisa dari Suku Jawa merupakan responnya saat diberi pertanyaan oleh Rocky Gerung soal siapa yang akan melanjutkan estafet kepresidenan setelah Presiden Jokowi selesai jabatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut mengaku bahwa dirinya tak sanggup untuk mencalonkan sebagai presiden. Salah satu penyebabnya, Luhut bukan berasal dari suku Jawa. Baginya, ia harus tahu diri tentang latar belakang etnisnya dan akhirnya mengurungkan niat untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

"Harus tahu diri juga lah. Kalau kau enggak orang Jawa (lalu ikut) pemilihan langsung hari ini, udah lupain deh," ujar Luhut di Channel YouTube RGTV, Rabu (21/9/2022). (zak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan