Mahfud Sebut Kasus Lukas Enembe Beberapa Kali Tertunda Karena Jaga Situasi Politik, Husin Shahab: Negara Tidak Boleh Takut

  • Bagikan
Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi Shihab atau Husin Shihab.-Instagram/@husinshihab-

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Husin Shahab menanggapi pernyataan Mahfud MD yang menyebut kasus suap Gubernur Papua Lukas Enembe proses hukum beberapa kali ditunda untuk menjaga situasi politik.

Melalui akun Twitternya, Husin Shahab mengatakan negara mestinya tidak diam jika benar seseorang terbukti korupsi.

“Kalau sudah terbukti korupsi, negara tidak boleh takut, rakyat bersama pemerintah. LE (Luks Enembe) mesti ditangkap!” Ungkapnya, Jumat 30/9/2022).

Menurut Husin Shahab, kasus yang menyeret Gubernur Papua tersebut berurusan dengan lembaga anti rasuah ini mirip dengan kasus Fuad Amin.

“Kasus LE ini mirip kasus Fuad Amin, penguasa Bangkalan,” ungkapnya.

“Fuad juga ancam mau memerdekakan Madura. Konon, uang korupsinya disimpan di bungker rumahnya. @mohmahfudmd @husyairi_mathur,” tambahnya.

Sebelumnya, Mahfud pada sebuah kesempatan di Metro TV menyebut kasus LE ini tidak ada upaya pemerintah untuk mempolitisasi.

“Sejak bertahun-tahun kita akan melakukan tindakan hukum dan membuat Lukas Enember sebagai tersangka. Selalu timbul ancaman, pokoknya kami ingin merdeka,” imbuh Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

“Sehingga tertunda terus untuk menjaga kondisi politik,” tandasnya.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan