PKI Hanya Dikambinghitamkan dalam Peristiwa G30S? Begini Penjelasan Mantan Kepala Staf TNI AU Omar Dani

  • Bagikan
Omar Dhani, kanan, bersama Bung Karno.

FAJAR.CO.ID — Dalang dari Gerakan 30 September atau G30S PKI hingga saat ini masih menuai kontroversi.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Omar Dani mengatakan, PKI hanya dikambinghitamkan dalam G30S.

“Oh iya (hanya dikorbankan, red). Gambaran seperti pesta-pesta di Lubang Buaya itu isapan jempol,” katanya ketika diwawancarai 25 Januari 2021 silam, dikutip dari Datatempo.

Daned-sapaannya menegaskan, peristiwa tersebut hanyalah rekayasa belaka.

“Saya mempertanyakan, mulai kapan kok ada istilah G30S diembeli dengan PKI. Tanggal 1 Oktober 1965 petang, saya sudah mendapat informasi bahwa AD menguber PKI. Itu pun yang diuber bukannya massa, tapi pasukan 454 dari Jawa Tengah. Mereka pukul 16.00 hendak masuk ke Halim tetapi ditutup oleh pasukan gerak tjepat (PGT) AURI yang dipimpin Pak Wisnu Djajengwinardo. Bung Karno ada di Halim waktu itu,” jelasnya.

Dia menyebut kuatnya keterlibatan badan intelijen Amerika Serikat dan Soeharto hanya diperalat.

“G30S itu suatu rekayasa, memang begitulah. Menurut saya CIA itu sangat terlibat dan Harto adalah tangan yang dipakai,” sebutnya. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan