Ramalan Perselingkuhan Artis R Terbongkar, Hard Gumay: Yo Ngene Enggak Berubah, Sekarang Kudu Piye?

  • Bagikan
Hard Gumay -- facebook

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Lesti Kejora menyita perhatian banyak pihak. Terlebih, dugaan kekerasan yang dilakukan Rizky Billar itu dilakukan saat usia rumah tangga mereka masih seumur jagung.

Tidak ketinggalan, peramal Hard Gumay juga memberikan respons dan mengomentari kejadian itu. Respons cepat itu dilakukan lantara apa yang diramalkan pada tahun lalu itu menjadi kenyataan.

Melalui akun instagram Story-nya, Jumat (30/9/2022), Hard Gumay mengaku sudah mengingatkan Rizky Billar untuk intropeksi diri, terutama mengubah perilaku namun saran itu tidak dilakukan. Akhirnya perselingkuhan terungkap.

“Dunia ini panggung sandiwara. Sudah jauh hari kusampaikan, untuk laki-laki intropeksi diri, ubah perilaku, sudah kebiaasan buruk, buka kebohongan dengan kejujuran agar selamat,” tulisnya.

“Tapi yo ngene enggak berubah, sekarang kudu piye?,” sambungnya.

Kendati kasus dugaan KDRT itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Lesti Kejora dan membuat Rizky Billar terancam penjara, Hard Gumay mengajak Billar agar bicara baik-baik dengan Lesti untuk memperbaiki keadaan. Namun, di satu sisi, dia juga kasihan dengan Lesti jika harus tetap dengan suaminya.

“Monggo dibicarakan baik-baik masih ada waktu masse, tapi yo kasihan juga sama mbaknyunya. Atau terserah mbakyunya mau stop di jalan atau lanjutkan perjalanan drama panggung sandiwara,” ungkapnya.

Hard Gumay sebelumnya mengungkapkan ramalan awal tahun 2022. Dimana, dia mengungkap artis inisial R akan mengalami banyak permasalahan, salah satunya perselingkuhan yang terungkap.

“R ini banyak permasalahan, musibah yang dia terima. Salah satunya aib perselingkuhan dia yang terbongkar. Kedua ada video asusila dia,” jelasnya.

Gumay mengatakan meski bukan video porno yang akan beredar, namun karena sudah menikah kebersamaan dengan wanita lain akan jadi sorotan.

“Kenapa ini asusila dan enggak baik, karena (R) sudah punya pasangan dan sudah menikah, kalau kebongkar pasti buruk ke dia, nanti yang bongkar sesama selebriti,” bebernya.

Saat itu, dia meminta R untuk mengubah tingkah laku. “Jangan terlalu sombong, jangan terlalu arogan. Semakin kamu sombong, semakin arogan dalam dua tahun hidupmu hancur,” sebutnya.

Pun Hard Gumay menyebut soal lepaskan pencitraan. “Jangan pencitraaan, aku melihat banyak hal-hal kepalsuan, tidak sesuai. Usaha sesuai jadilah dirimu sendiri, jangan jadi orang lain dengan berusaha terlihat baik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lesti Kejora melaporkan Rizky Billar atas dugaan KDRT usai mereka bertengkar usai Billar ketahuan selingkuh.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ikut turun tangan atas peristiwa KDRT yang dialami Lesti Kejora itu. KPI berarap kepada pengelola penyiaran baik TV dan radio untuk memboikot pelaku KDRT untuk tampil baik sebagai pengisi acara atau tampil dalam siaran di TV ataupun radio.

Harapan KPI itu muncul setelah kasus KDRT terhadap Lesti Kejora heboh. Terlebih dipicu karena terjadinya dugaan perselingkuhan yang dilakukan Rizky Billar.

Harapan KPI itu disampaikan melalui unggahan akun instagram resmisnya @kpipusat pada Jumat, 30 September 2022.

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyat menyerukan agar para publik figur yang terindikasi KDRT untuk tidak mengisi acara atau penampil dalam program siaran TV dan Radio.

Menurutnya para publik figur harus memberi contoh positif yang baik kepada pemirsa atau penonton tv. "Segala bentuk kekerasan terutama KDRT, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia," ujar Nuning.

"Kekerasan dan KDRT juga merupakan bentuk diskriminasi dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan yang harus dihapus," ungkapnya.

KPI berharap lembaga penyiaran memberikan dukungan terhadap setiap usaha menghapus KDRT. Bentuk dukungan ini dapat ditunjukan pengelola televisi dan radio dengan menutup akses bagi para pelaku kekerasan dalam ruang siar.

KPI akan berkomunikasi intensif dengan lembaga penyiaran. "Harapannya, sikap tegas dari lembaga penyiaran ini, dapat memberikan edukasi positif kepada publik dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan baik itu KDRT atau diskriminasi lain," tutupnya. (pojoksatu/fin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan