Utang BUMN Tembus Rp1.500 Triliun, Erick Thohir Klaim Rasionya Masih Sehat

  • Bagikan
Menteri BUMN, Erick Thohir (foto: Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Utang Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat tembus Rp1.500 triliun, walaupun begitu, Menteri BUMN Erick Thohir klaim rasionya masih sehat.

Presiden ke-21 salah satu klub bola teranyar, Inter Milan ini menuturkan,
jika dibandingkan dengan investasinya. Utang BUMN hanya berkisar 35 persen jumlah utang terhadap ekuitas.

Berdasarkan EBITDA (arus kas dari aktivitas operasi perusahaan), ia mengklaim margin BUMN meningkat 20,4 persen. Artinya, BUMN semakin sehat, dan terlihat jelas arah sehatnya.

"Kita lihat juga Ebitda margin meningkat 20,4 persen artinya makin sehat, dan jelas sehat," ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (30/9/2022).

Ia juga menyampaikan, selama setahun penuh. Pada 2021, pendapatan konsolidasi BUMN tumbuh 18,8 persen menjadi Rp2.290,5 triliun.

Dengan pertumbuhan itu, ia bilang pendapatan BUMN sudah menghampiri APBN yang angkanya Rp2500 triliun.

“Kalau ada persepsi BUMN banyak utang, kami sudah presentasikan bahwa total utang BUMN yang memang dibandingkan dengan investasi, itu total utang Rp1.500 triliun. Sementara investasi Rp4.200 triliun, artinya perbandingannya kira kira 35 persen utang ke ekuitas, artinya sehat," jelasnya.(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan