Anggota Polisi yang Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Dimakamkan di TPU Sambijajar

  • Bagikan
Jajaran Kepolisian Resort Tulungagung melepas keberangkatan jenazah Aipda Anumerta Andik Purwanto, korban tragedi Kanjuruhan dari rumah duka di Desa Tambakrejo, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/10). (Destyan Sujarwoko/Antara)

FAJAR.CO.ID, MALANG -- Duka akibat insiden di Stadion Kanjuruhan Malang tidak hanya dirasakan keluarga suporter Arema FC. Situasi sama dirasakan keluarga anggota kepolisian yang bertugas saat kejadian.

Salah satunya adalah keluarga Aipda Anumerta Andi Purwanto. Anggota polisi ini tewas dalam kerusuhan tersebut. Kini, satu dari dua anggota polri yang menjadi korban pada kerusuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, telah dimakamkan di TPU Sambijajar, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/10).

Prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan, dipimpin Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto. Tak hanya dihadiri ratusan pelayat dari warga sekitar asal Aipda Andik, prosesi pemakaman juga diikuti ratusan personel kepolisian dan perwakilan anggota Bhayangkari di lingkup Polres Tulungagung.

Suasana haru mengiringi keberangkatan jenazah Aipda Anumerta Andik Purwanto sejak dari rumah duka di Desa Tambakrejo hingga sampai di TPU Sambijajar yang berjarak sekitar 1 kilometer.

”Almarhum meninggal saat menjalankan tugas BKO pengamanan pertandingan sepak bola di (Stadion Kanjuruhan) Malang,” kata Kapolres Eko seperti dilansir dari Antara.

Tembakan salvo mengiringi prosesi persemayaman polisi yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung itu.

Dari 23 anggota kepolisian di jajaran Polres Tulungagung, Andik menjadi satu-satunya petugas yang tidak beruntung. Dia saat itu bertugas menjaga di sekitar tribun 10, Stadion Kanjuruhan, saat pertandingan berlangsung. Dia terjebak di tengah semburat massa yang mulai rusuh.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan