FIFA Terkejut Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Perintah Jokowi Tegas

  • Bagikan
Presiden Jokowi --Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, ZüRICHBERG -- Rusuh suporter di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan ratusan orang tewas, menjadi keprihatinan semua pihak. Insiden memalukan itu idealnya tidak perlu terjadi.

Presiden FIFA, Gianni Infantino pun angkat suara terkait tragedi sepak bola di tanah air ini pada Sabtu (1/10) malam.

Gianni Infantino menilai, tragedi sepak bola itu tidak hanya mengejutkan publik sepak bola tanah air, tetap juga mengejutkan hingga kancah internasional.

“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragsi di Indonesia seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan," katanya dikutip dari laman resmi FIFA.

Menurutnya, insiden itu merupakan hari kelam untuk semua yang terlibat dalam dunia sepak bola. "Saya mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga dan rekan korban yang kehilangan nyawanya dalam insiden tragis itu," tuturnya.

Dia menegaskan FIFA dan seluruh komunitas sepak bola global mendoakan seluruh korban jiwa maupun luka-luka.

"Bersama FIFA dan komunitas sepak bola dunia, duka dan doa kami mengiringi para korban, mereka yang terluka, rakyat Indonesia, AFC, PSSI, dan LIB, di masa yang sulit ini," katanya.

Hanya saja, Gianni belum membahas seputar sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada sepak bola Indonesia. Mari kita nantikan ke depannya.

Di sisi lain, korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan sementara ini menjadi 131 orang atau bertambah dua orang dari sebelumnya 129.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan PSSI menyetop sementara turnamen Liga 1 setelah ratusan Aremania tewas dalam Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Penyetopan itu bertujuan untuk memudahkan evaluasi dan investigasi dari kepolisian terhadap insiden yang mencoreng dunia sepak bola tanah air.
Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas kericuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," ucap Jokowi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10).

Presiden juga memerintahkan Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga diminta mengevaluasi semua pertandingan sepak bola serta prosedur pengamanan laga.

Kepala Negara pun menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi yang mengakibatkan ratusan suporter Arema FC, Aremania tewas.

Suami Iriana itu mewanti-wanti jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan serupa di masa yang akan datang. "Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di tanah air," ucap Jokowi.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan bermula setelah ribuan pendukung Arema FC masuk ke area lapangan menyusul kekalahan klub kebanggaan mereka melawan Persebaya.

Di saat yang bersamaan, para pemain dan ofisial Persebaya meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta mengatakan pendukung Arema FC merasa kecewa sehingga beberapa suporter turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam proses itu, petugas akhirnya melakukan tembakan gas air mata karena pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas, serta melakukan anarkistis yang membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar, kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," ujar Irjen Nico Afinta. (ant/jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan