Korban Tragedi Kanjuruhan Terus Bertambah, SESMI Minta Kapolda Jatim dan Ketum PSSI Mundur

  • Bagikan
Sanusi, Ketua Umum PP SESMI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Korban meninggal dunia atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang masih terus bertambah. Hingga Minggu malam, dikabarkan sudah menyentuh 205 orang.

Diketahui usai laga antara tuan rumah Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi kericuhan.

Kericuhan tersebut diawali dari kemarahan suporter Arema akibat tim kesayangannya harus kalah 2-3 oleh musuh bebuyutan mereka.

Sejumlah suporter lantas memasuki lapangan pertandingan. Aparat keamanan pun melakukan aksi pembubaran massa, salah satunya dengan menggunakan gas air mata ke arah penonton.

Penonton yang berlarian menghindari gas air mata pun berdesak-desakan, hingga ada yang terjatuh dan terinjak.

Hingga kini, korban yang dikabarkan meninggal dunia mencapai 205 orang.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh menyayangkan adanya tragedi tersebut. Tak terkecuali DPP Serikat Sarjana Muslim Indonesia (SESMI).

"Kami mewakili DPP SESMI mengucapkan belasungkawa atas tragedi tersebut. Semoga keluarga yang ditingggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua," ucap Sanusi Pani, Ketum DPP SESMI kepada media, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut Sanusi mendesak agar pihak terkait seperti Kapolda Jatim dan Ketum PSSI untuk mundur dari jabatannya.

"Ini sebagai bentuk tanggungjawab, kami meminta Kapolda Jatim dan Ketum PSSI dengan jiwa besar untuk mundur dari jabatannya," ucapnya.

Diketahui sedikitnya ada 205 korban yang meninggal dunia pada peristiwa tersebut. Dikabarkan, terdapat kurang lebih 17 anak kecil dan balita yang ikut meregang nyawa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan