Nurdin Halid Bilang Indonesia Bangsa Bola dan Harus Junjung Tinggi Sportivitas, Dave Laksono: Jangan Sampai Citra Indonesia Tercoreng dan Diragukan

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid angkat suara soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Dikutip dari keterangan tertulisnya, politisi sekaligus pengusaha ini menyampaikan, Indonesia adalah bangsa bola.

“Bangsa Indonesia adalah Bangsa Bola, seharusnya menjunjung tinggi sportivitas sepak bola,” ungkap Nurdin Halid, Minggu (2/10/2022).

Melalui kesempatan sama, pria kelahiran Watampone ini menyampaikan duka mendalamnya.

“Sebagai Ketua Umum PSSI priode 2003 - 2011 menyampaikan duka cita yang sangat dalam terhadap korban kerusuhan sepak bola di Malang dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengimbau kepada pengurus PSSI untuk melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh.

“Mengimbau kepada pengurus PSSI untuk melakukan investigas sehingga peristiwa kerusuhan suporter tidak akan terjadi lagi,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Korgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno Laksono menyatakan, duka yang mendalam kepada para korban atas tragedi itu.

“Saat ini suasana duka di dunia bola tanah air, kami Kosgoro 1957 menyatakan duka cita yang mendalam,” kata Dave dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (2/10)

Dave yang merupakan Legislator Golkar itu juga mengingatkan dampak dari kericuhan di Kanjuruhan, Malang itu berpotensi membuat event internasional terancam digelar di tanah air. Tahun depan diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Di saat kita perlahan keluar dari pandemi, kita memulai kegiatan sosial budaya ekonomi dan juga event internasional sampai olahraga, sekarang dinodai bahkan berpotensi diragukan kembali melakukan event-event besar. Kami meminta pertanggungjawabana semua pihak,” tutur Dave.

“Jangan sampai citra Indonesia tercoreng dan diragukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan internasional,” tegas Dave

Lebih jauh, Dave mengingatkan semua pihak harus bekerja sama dan berkoordinasi mengusut tuntas penyebab meninggalnya ratusan orang tersebut.

Ia juga menekankan, investigasi harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan semua pihak, agar dunia international tetap bisa percaya kepada bangsa Indonesia. Jangan sampai kemampuan Indonesia diragukan dalam melaksanakan perhelatan besar.

“Semua pihak di sini apakah itu Forkopimda, kementerian olahraga, aparat keamanan Kepolisian, lembaga intelijen semua harus berkoordinasi untuk menuntaskan dan mencari tahu persoalan ini,” pungkasnya.

Polri menyebut korban meninggal 127 orang, belakangan Presiden Jokowi menyebut 129, hingga kini data korban masih terus bergerak karena masih banyaknya korban yang dirawat di Rumah Sakit. (arya/jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan