Ratusan Korban Berjatuhan di Stadion Kajuruhan, Sudarsono Saidi Sebut Aparat Harus Benahi Keterampilan Mengendalikan Massa

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Aktivis senior, Sudarsono Saidi ikut menyentil sikap aparat Kepolisian yang menangani kerusuhan di stadion Kajuruhan, Malang.

Menurutnya, publik harus menyadari latar pendidikan Polisi. Sehingga tidak boleh terlalu heran jika tindakan yang diambil kerap berdampak buruk.

"Mesti jujur menengok, berapa lama pendidikan seorang polisi menjadi polisi. Keterampilan mengendalikan massa mesti menjadi bagian kurikulum yang perlu dibenahi," ujar Sudarsono dikutip dari unggahan twitternya, @saidi_sudarsono (2/10/2022).

Tambah Saidi, dari fakta yang terlihat di mata, banyak sekali jabatan yanh berlatar belakang polisi.

Sebelumnya, Pegiat Media Sosial Helmi Felis mendadak menyinggung penanganan aparat Kepolisian pada tragedi kerusuhan di stadion Kajuruhan, usai laga Arema melawan Persebaya.

Menurutnya, aparat harus juga mulai diberi pendidikan agama agar paham bahwa dunia ini bukan final. Masih ada kehidupan di akhirat kelak.

Kerusuhan terjadi diawali dari ribuan Aremania yang merangsek masuk ke area lapangan usai peluit tanda berakhirnya pertandingan usai.

Tim tamu Persebaya sendiri harus meninggalkan lapangan menggunakan barracuda, tapi beberapa pemain Arema masih di dalam lapangan yang lantas diserbu oleh suporter. 

Kerusakan ini semakin meluas, usai botol-botol dilempar ke dalam lapangan termasuk juga flare dan benda lainnya. Petugas keamanan tidak tinggal diam, polisi dan TNI masuk ke lapangan berusaha menekan serbuan. 

Terlihat mobil polisi ikut menjadi sasaran amukan suporter dengan dibakar. Kondisi tersebut membuat polisi menembakkan gas air mata, karena menimbang jumlah personil keamanan yang tak sebanding dengan suporter.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan