Sentil Aparat yang Tangani Tragedi Kerusuhan di Stadion Kajuruhan, Helmi Felis: Aparat Kita Harus Rutin Cek Kejiwaan

  • Bagikan
INT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pegiat Media Sosial Helmi Felis mendadak menyinggung penanganan aparat Kepolisian pada tragedi kerusuhan di stadion Kajuruhan, usai laga Arema melawan Persebaya.

"Aparat kita harus rutin cek kejiwaan, bahaya kalau tidak," ujar Helmi Felis dikutip dari unggahan twitternya, @HelmiFelis_ (2/10/2022).

Menurutnya, aparat harus juga mulai diberi pendidikan agama agar paham bahwa dunia ini bukan final. Masih ada kehidupan di akhirat kelak.

"Beredar kabar lebih dari 60 nyawa melayang akibat salah penanganan 🤦🏻‍♂️," tandasnya.

Kerusuhan terjadi diawali dari ribuan Aremania yang merangsek masuk ke area lapangan usai peluit tanda berakhirnya pertandingan usai.

Tim tamu Persebaya sendiri harus meninggalkan lapangan menggunakan barracuda, tapi beberapa pemain Arema masih di dalam lapangan yang lantas diserbu oleh suporter. 

Kerusakan ini semakin meluas, usai botol-botol dilempar ke dalam lapangan termasuk juga flare dan benda lainnya. Petugas keamanan tidak tinggal diam, polisi dan TNI masuk ke lapangan berusaha menekan serbuan. 

Terlihat mobil polisi ikut menjadi sasaran amukan suporter dengan dibakar. Kondisi tersebut membuat polisi menembakkan gas air mata, karena menimbang jumlah personil keamanan yang tak sebanding dengan suporter.

Hal itu makin diperparah dengan bantuan medis yang tak sebanding dengan banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan.

Korban meninggal dunia dalam kerusuhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10). 

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan