Tragedi Kanjuruhan Sangat Memilukan, Berikut Belasan Peristiwa Mengerikan Lainnya di Dunia Sepak Bola

  • Bagikan
INT

FAJAR.CO.ID -- Tragedi mengerikan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) usai pertandingan Liga 1 BRI antara tim Arema Malang melawan Persebaya Surabaya. Puluhan suporter tim Arema memaksa masuk ke lapangan usai pertandingan.

Ini tentu tragedi yang sangat memilukan di dunia olahraga. Namun, ini bukan pertama kalinya terjadi tragedi dalam olahraga yang memakan puluhan hingga ratusan korban. Berikut daftar peristiwa memilukan yang terjadi dalam bidang olahraga.

  1. Tragedi di Stadion Nasional Lima, Peru

Kerusuhan suporter bola terbesar sepanjang masa pernah terjadi di Stadion Nasional Lima, Peru pada 24 Mei 1964. Pada saat itu, digelar pertandingan Peru dengan Argentina dalam babak final kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Jumlah penonton yang resmi tercatat mencapai 47.197 orang. Tim Argentina akhirnya unggul terlebih dahulu. Tim Peru kemudian berhasil menyamakan kedudukan. Namun, wasit Ángel Eduardo Pazos Bianchi membatalkan gol tersebut.

Ini kemudian menyulut amarah suporter. Akibatnya, beberapa penonton melompat ke lapangan guna melayangkan protes kepada wasit yang dianggap tidak adil dan lebih condong kepada kemenangan Argentina. Kedua kubu penggemar kemudian saling pukul dan tikam menggunakan tongkat dan pisau.

Melihat massa yang semakin besar memasuki lapangan, petugas kemudian mulai melepaskan anjing. Tidak sampai di situ, petugas kemudian melepaskan gas air mata. Penonton kemudian tidak dapat kabur karena pintu stadion yang tertutup. Ini kemudian memakan menyebabkan 328 orang tewas dalam tragedi ini termasuk anak-anak dan orang tua.

  1. Stadion Kanjuruhan Malang, Indonesia

1 Oktober 2022 menjadi tragedi besar dalam dunia olahraga Indonesia. Pertandingan yang mempertemukan Arema dengan Persebaya berakhir memilukan. Suporter Arema memasuki arena pertandingan yang mengakibatkan kerusuhan tak bisa dihindari.

Jumlah petugas yang tidak sebanding dengan suporter mengharuskan penggunaan gas air mata oleh petugas. Tidak hanya itu, tim medis yang tersedia juga tidak memadai jumlahnya. Akibatnya 127 orang dikabarkan tewas dalam tragedi ini.

Deadliest Soviet Matches in History kemudian mencatat ini sebagai tragedi paling banyak kedua memakan korban jiwa di dunia olahraga. Ini tentu menjadi catatan kelam bagi sepakbola tanah air.

  1. Stadion Accara Ghana, Afrika

Pada 9 Mei 2001 di Stadion Accara Ghana Afrika dilaporkan sebanyak 126 penggemar sepak bola tewas dalam insiden kerusuhan. Saat itu berlangsung pertandingan antara Hearts of Oak dengan Asante Kotoko.

Asante Kotoko berhasil mencetak gol pertama kali, lalu disusul dua gol dari lawan yang menjadikan tuan rumah unggul dalam pertandingan. Para pendukung Asante Konoko kemudian mulai merusak pagar tribun pada lima menit terakhir pertandingan.

Petugas menanggapi aksi dari para suporter dengan menembakkan gas air mata. Penonton yang mulai panik berusaha menyelamatkan diri. Namun, ternyata gerbang stadion terkunci yang mengakibatkan suporter tidak bisa keluar. Korban tewas kemudian tidak bisa terhindarkan.

  1. Hillsborough, Inggris

Insiden memilukan lainnya pernah terjadi di Inggris pada 15 April 1989 saat laga Liverpool lawan Nottingham Forest dalam laga semifinal Piala FA di Hillsborough Stadium. Namun, pertandingan berhenti di tengah-tengah karena jumlah suporter membludak hingga ke area pertandingan.

Penonton dari luar stadion memaksa masuk. Akibatnya sebanyak 766 orang alami luka-luka dan terdapat 96 korban tewas dalam tragedi yang terjadi di Inggris tersebut.

  1. 93 korban tewas di Stadion Kathmandu, Nepal (12-3-1988).
  2. 80 korban tewas di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala (16-10-1996).
    7.79 korban tewas di Stadion Port Said, Mesir (1-2-2012)
    8.71 korban tewas di Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina (23-6-1968).
    9.66 korban tewas di Stadion Scond Ibrox, Glasgow, Skotlandia (2-1-1971).
  3. 66 korban tewas di Stadion Lenin, Luzhniki, Moskow, Rusia (20-10-1982).
  4. 56 korban tewas di Bradford City Stadium, Inggris (5/11/1985).
  5. 43 korban tewas di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan (4/11/2011).

Tragedi seperti di atas tentu merupakan pukulan berat dan selamanya akan menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga baik di Indonesia mau pun dunia internasional. (Elva/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan