Tragedi Kanjuruhan, Tokoh Jatim Minta Kapolda Jatim dan Kapolres Malang Mundur

  • Bagikan
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid

Bagaimanapun kasus bentrokan antar suporter sudah menjadi kerap terjadi dan sudah sepatutnya aparat kepolisian telah mengetahui upaya untuk mencegah peristiwa yang tak diinginkan.

"Sebaiknya Kapolda Jatim dengan penuh kesadaran mundur dari jabatannya, begitu pula Kapolres Malang. Tragedi ini sudah membikin malu kita bahkan viral diluar negeri," ujarnya.

"Pemerintah juga harus menindak tegas. Tidak bisa hal memalukan seperti ini ditoleransi, kalau kita ingin sepakbola Indonesia maju, harus ada tindak tegas berbagai pihak," sambung Habib Syakur.

Untuk diketahui, tragedi kerusuhan yang berujung maut di Stadion Kanjuruhan terjadi saat Arema FC dikalahkan 2-3 oleh Persebaya.

Suporter Arema FC yang tak rela klub kesayangannya tumbang di kandang sendiri, melakukan kericuhan dengan memasuki arena lapangan.

TNI dengan sigap segera memukul mundur para suporter fanatik tersebut dan tak berapa lama terlihat asap mengepul di pinggiran lapangan.

Asap tersebut berasal dari gas air mata yang dilemparkan oleh aparat ke suporter yang turun ke lapangan.

Namun karena melempar terlalu pinggir, para penonton yang tak terprovokasi malah terkena asap kimia tersebut yang menyebabkan mereka panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Kepanikan dan tak adanya pintu evakuasi membuat penonton berdesak-desakan agar bisa keluar.

Asap yang membuat mata perih dan menyesakkan nafas tak pelak membuat penonton yang berdesakan itu lemas dan diketahui 174 orang meninggal dalam insiden tersebut.

Mengacu pada aturan FIFA yang melarang gas air mata di dalam stadion, Amnesty International mengkritik aparat dan mendesak pihak pemerintah untuk “melakukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan independen” dan “memastikan bahwa mereka yang terbukti melakukan pelanggaran diadili di pengadilan terbuka dan tidak semata-mata menerima sanksi internal atau administratif”.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan