Tragedi Kerusuhan Suporter Arema dan Persebaya, Gus Umar: Kapolda dan Kapolres Wajib Mundur

  • Bagikan
Umar Hasibuan atau Gus Umar.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama Umar Hasibuan atau yang lebih akrab dengan sapaan Gus Umar, mengingatkan agar tragedi kerusuhan Arema vs Persebaya penanganannya seperti Duren 3. Terutama CCTV jangan sampai hilang atau rusak.

"Kapolda dan kapolres wajib mundur dan jgn sampai CCTV hilang spt di duren tiga," ujar Gus Umar dikutip dari unggahan twitternya, @UmarHasibuann_ (2/10/2022).

Pada video yang direpost Gus Umar itu, tampak mibil polisi terbaring di dalam Stadion dalam keadaan rusak parah dan kaca pecah. Dikabarkan, 127 orang tewas dalam peristiwa itu. Dari 127 yang meninggal itu, dua diantaranya merupakan anggota Polri.

Rusuh itu bermula saat Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya. Suporter Aremania merangsek ke lapangan tak lama usai wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir yang dimenangkan tim Persebaya, 3-2.

Kerusuhan mulai terjadi saat sebagian suporter itu merusak mobil polisi yang ada di sekitar stadion. Dua mobil polisi dikabarkan dirusak dan dibakar massa.

Karena jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan