Yang Datang Jenazah saat Rencana Pulang Acara Lamaran, Tembakan Salvo di Pemakaman Briptu Anumerta Fajar Yoyok Pujiono

  • Bagikan
Hidayatus Tsaniyah. Warga Dusun Bondot RT 03, RW 09, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, salah seorang korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. (istimewa)

Dari informasi yang didapat, Tsaniyah meninggal dunia karena terdampak tembakan gas air mata. Lalu, yang bersangkutan sesak nafas. Gus Athok mengungkapkan, ayah almarhumah juga termasuk salah seorang guru di SMK pondok pesantrennya. Bahkan, dulu pernah menjabat sebagai kepala sekolah.

Selepas dari SMK Ponpes Mambaul Ikhsan, lanjut dia, Tsaniyah berdomisili di Malang. Kuliah di program studi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (MI) Universita Islam Malang (Unisma). Tinggal di rumah kakaknya. Yang bersangkutan sudah menyelesaikan kuliahnya. Selepas lulus, sebagai pengajar les privat anak-anak SD di Malang.

‘’Saya juga mendengar almarhumah memang mau lamaran. Tapi, ternyata takdir Allah SWT berkehendak lain. Sekali lagi, kami turut mendoakan almarhumah husnul khatimah,’’ pungkas Gus Athok.

Sementara, tembakan salvo secara bersamaan yang menandai prosesi pemakaman Briptu Anumerta Fajar Yoyok Pujiono yang menjadi korban kerusuhan suporter usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya FC, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam (1/10).

Pemakaman digelar kampung halaman keluarga Briptu Yoyok di Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (2/10).

Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino yang hadir dan memimpin langsung jalannya pemakaman menjelaskan, Briptu Anumerta Yoyok merupakan anggota berdinas di Polsek Dongko.

Almarhum bersama 24 anggota Polres Trenggalek lain mendapat tugas perbantuan pengamanan di pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan