Belajar dari Kasus Ferdy Sambo, Adhie Massardi Minta TPF Tragedi Kanjuruhan Tak Libatkan PSSI

  • Bagikan
Kericuhan terjadi setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/10). (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Mantan Juru bicara (jubir) Gusdur Adhie Massardi turut angkat suara soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia meminta Tim Pencari Fakta (TPF) tidak melibatkan PSSI dalam investigasi kasus ini.

Melalui akun Twitter pribadinya, pria yang memang dikenal getol memberi kritik pada pemerintahan ini menyentil agar dalam menangani kasus ini bisa belajar dari kasus Ferdi Sambo.

“Belajar dari kasus Sambo. Yang terlibat tragedi Kanjuruhan tu polisi (Ketum PSSI jenderal pur polisi) maka Kapolri harus lekas nonaktifkan para petinggi Polri (Kapolda Jatim, Kapolres Malang),” ungkap Adhie Massardi, Minggu (2/10/2022).

Menurutnya, mengaktifkan TPF penting untuk dilakukan secepatnya. Hal itu untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan

“Untuk cegah rusak barang bukti dan Obstruction of Justice. TPF jangan libatkan PSSI,” imbuhnya.

Selain itu, pada cuitan lainnya Adhie Massardi juga sebelumnya menyampaikan keresahannya soal narasi yang menurutnya memfitnah korban.

“Stop kebiasaan fitnah korban (meninggal) dikesankan seolah ada kerusuhan antar-suporter dan mereka yang tewas (129) akibat dari itu,” kata Adhie.

Bagi Adhie, terjadinya tragedi itu hingga berujung meninggalnya ratusan orang adalah korban dari kedalahan prosedur saat pengendalian massa oleh polisi.

“Suporter padahal mereka korban ketidak profesionalan Polri. Ini tanggungjawab Ketum PSSI yang juga Jenderal (pur) Polri. Siapa suruh tembakkan Gas Airmata?” Tandasnya.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan