Bertekad Jadikan Indonesia Mandiri di Bidang Farmasi, Kimia Farma Produksi Bahan Baku Obat

  • Bagikan
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama (foto: zaki/fajar)

FAJAR.CO.ID, CIKARANG − PT Kimia Farma Tbk bertekad untuk terus mendukung program kemandirian farmasi dan alat kesehatan dari pemerintah.

Melalui PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia selaku anak usaha, PT Kimia Farma melakukan pengembangan dan produksi Bahan Baku Obat (BBO) dalam negeri.

Pembangunan fasilitas produksi BBO berlokasi di Cikarang, Jawa Barat yang telah selesai dilakukan pada tahun 2018 ini terus melakukan inovasi untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional melalui produksi BBO.

Direktur Utama Kimia Farma, David Utama menargetkan produksi 28 BBO bisa tercapai pada 2024. Dengan demikian, impor BBO bisa berkurang hingga 20%.

"Kami akan mengembangkan dan memproduksi total 28 BBO yang akan diproduksi sampai 2024. Diharapkan akan menurunkan impor sebesar 17-20%," kata David dalam konferensi pers di PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Cikarang, Senin (03/10/2022).

Apabila penurunan impor BBO dapat terwujud, pemerintah dapat berhemat hingga Rp 3,7 triliun. Ia menjelaskan, di setiap tahunnya produksi BBO KFSP bisa menekan impor sejak 2020.

Diketahui, Sampai dengan hari ini PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia sudah memilki sertifikat Cara Pembuatan Bahan Baku Aktif Obat yang Baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Pengembangan Bahan Baku Obat dilakukan sesuai dengan program pemerintah dan prioritas kebutuhan nasional, dimana sampai tahun 2022 telah berhasil memproduksi 12 item BBO yang telah memiliki sertifikat GMP dari Badan POM RI sehingga siap untukdigunakan oleh seluruh Industri Farmasi dalam negeri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan