Inflasi Tertinggi di Bukit Tinggi

  • Bagikan
Ilustrasi Inflasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Inflasi sebesar 1,17 persen pada September adalah inflasi tertinggi sejak 2014. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Margo Yuwono, Senin (3/10/2022).

Menurut dia, catatan peristiwa yang mewarnai angka inflasi di September 2022, antara lain adanya penyesuaian harga BBM, seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax nonsubsidi.

Selain itu, beber dia, adanya panen raya komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai merah di beberapa wilayah sentra produksi. "Tentu saja ini berpengaruh terhadap perkembangan harga-harga di Hortikultura," bebernya.

Terakhir, adanya kebijakan dari Bank Indonesia dalam rangka menahan laju inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan yaitu 23 Agustus dan 22 September 2022 untuk menurunkan ekspetasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali pada sasaram yang ditetapkan pemerintah.

Margo Yuwono merinci, inflasi tertinggi di Bukitinggi sebesar 1,87 persen.

"Kalau dilihat penyebab utamanya karena kenaikan harga bensin memberikan andil itu 0,81 persen. Kemudian beras memberikan andil 0,35 persen. Angkutan dalam kota berikan andil 0,18 persen dan angkutan antar kota 0,09 persen," kata Margo. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan