Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi Disorot Dunia, Ali Syarief: Gawat Protapnya Ngawur

  • Bagikan
Akademisi Cross Culture Ali Syarief.-Screenshot YouTube/Ali Syarief - Cross Culture Institute-

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Akademisi Cross Culture, Ali Syarief menyinggung cara aparat Kepolisian dalam meredam amukan massa di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).

Tragedi yang membuat 125 nyawa tewas (data Polri) tidak hanya menyita publik tanah air. Namun juga disoroti publik dunia.

"Lagi-lagi Polisi off site. Sekarang dibahas oleh peminat dan pemerhati sepak bola dunia," ujar Ali Syarief dikutip dari unggahan twitternya, @alisyarief (2/10/2022).

Ali Syarief menambahkan, FIFA jelas melarang menggunakan gas air mata, tetapi dihiraukan aparat petugas di apangan.

"ketahuan Polisi menggunakan gas air mata di lapang sepok bola seperti dilarang FIFA. Gawat, penegak hukum, tetapi tidak faham, jd protapnya ngawur..," tandasnya.

Polisi sendiri dianggap menyalahi aturan dengan menggunakan gas air mata. Terlebih ditembakkan ke arah tribun penonton.

Akibatnya banyak penonton yang berdesak-desakan untuk menghindari gas air mata di pintu keluar. Belum lagi sesak nafas akibat gas.(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan