Prihatin Lihat Tragedi Kanjuruhan, Ferdinand Hutahaean: Usut Tuntas dan Hentikan Saling Menyalahkan!

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Tragedi dalam dunia sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malanga Sabtu malam (2/10/2022) sungguh sangat menyedihkan. Ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya.

"Memprihatinkan dan sangat mengecewakan bagi bangsa kita yang mana sepak bolanya sedang melakukan perbaikan di sana sini dan sedang meningkat prestasinya," ujar Ferdinand kepada fajar.co.id (3/10/2022).

Namun diluar dugaan, sambung Ferdinand. Tragedi yang menewaskan nyawa sekitar 125 orang suporter termasuk petugas Kepolisian.

"Sangat mengagetkan kita semua. Peristiwa ini sepertinya akan menelan dunia sepak bola Indonesia ke jurang kehancuran," lanjutnya.

Tambahnya, sanksi akan dihadapi terutama dari FIFA induk organisasi Sepak Bola dunia dimana PSSI bernaung. Terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-23 tahun depan.

Tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa kedua terbesar yang menelan korban setelah peristiwa Peru 1964 yang menewaskan 328 orang.

Atas hal tersebut, politisi dan sekaligus pegiat media sosial ini meminta kepada semua pihak untuk berhenti saling menyalahkan.

"Kita berduka, Saya meminta kepada siapapun untuk berhenti saling menyalahkan, berhenti saling menyudutkan. Ini tragedi yang tidak diinginkan siapapun," ujar Ferdinand Hutahaean.

Selain agar berhenti saling menyalahkan dan saling menyudutkan, Ferdinand Hutahaean juga mendesak Kapolri dan PSSI untuk melalukan investigasi tuntas atas peristiwa tersebut.

“Saya mendesak Kapolri dan PSSI untuk melakukan investigasi tuntas atas peristiwa ini. Harus ada investigasi dan evaluasi agar tidak terjadi lagi hal serupa kedepan. Dan paling penting harus ada yang bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya ratusan suporter," tambahnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan