Profil Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Terlibat Penangkapan Buronan Djoko Tjandra di Malaysia

  • Bagikan
Jabatan Kapolres Malang kini diduduki oleh AKBP Putu Kholis Aryana. (Dok Antara)

FAJAR.CO.ID, MALANG -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bergerak cepat menyikapi tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan seratusan suporter. Hanya berselang dua hari usai kejadian, Kapolres Malang dicopot.

Jabatan Kapolres Malang yang sebelumnya dijabat AKBP Ferli Hidayat, kini diduduki AKBP Putu Kholis Aryana. Sebelumnya, Putu menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pria yang lahir pada 5 Juli tahun 1983 itu merupakan lulusan dari Akademi Polisi tahun 2004.

Sebelum menjadi Kapolres Tanjung Priok, Putu juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Jiwan, Madiun, Jawa Timur. Namun, jabatan tersebut hanya didudukinya hanya dengan hitungan menit.

Sebab, ia mendapatkan kabar bahwa dirinya lulus untuk mengikuti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Setelah lulus dari PTIK, Putu tahun 2016 menjadi Kasat Narkoba di Polresta Depok. Pada 19 Juli 2017, ia kemudian berganti pangkat menjadi Kasat Reskrim Polresta Depok.

Lebih jauh lagi, Putu Kholis kemudian naik pangkat dan menjabat di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Subdit III Dit Tipidum. Di saat itulah Putu bersama jajaran lainnya di Dit Tipidum menangkap burononan yang terjerat kasus korupsi, yaitu Djoko Tjandra di Malaysia.

Saat itu, Tim Khusus Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo–yang kini jadi Kapolri–melakukan penangkapan terhadap buron Djoko Tjandra di Subang, Malaysia, pada Kamis 30 Juli 2020, sekira pukul 21.30 waktu Malaysia.

Hasil dari kerja baiknya ikut menangkap buronan Djoko Tjandra, Putu akhirnya menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok pada 2021. Ia menggantikan posisi AKBP Ahrie Sonta sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Ahrie Sonta sendiri kemudian diangkat menjadi Sekpri Kapolri Spripim Polri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan