Tim Litsus Mabes Polri Periksa 18 Polisi terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan, DPR Galang Pembentukan Pansus

  • Bagikan
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan kalimat ini saat dimintai komentarnya soal usulan Benny agar Jenderal Listyo Sigit dicopot sementara sebagai kapolri. Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah anggota polri yang terlibat dalam pengamanan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang menjalani pemeriksaan Tim Khusus Mabes Polri.

Informasi dari Mabes Polri, jumlah anggota polri yang sudah diperiksa terkait tragedi maut itu sudah mencapai 18 orang. Pemeriksaan terhadap belasan anggota polisi itu dibenarkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

“Tim Litsus (Penelitian Khusus) dan Propam (Profesi dan Pengamanan) Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab sebagai operator senjata pelontar. Dimintai keterangan oleh Litsus dan Propam,” kata Irjen Dedi di Kabupaten Malang, Senin (3/10).

Dia menyatakan, tim litsus juga tengah mendalami keterangan manajer pengamanan dari pangkat perwira hingga perwira menengah. Mengenai penggunaan gas air mata dalam pengamanan pertandingan, Irjen Dedi mengatakan hal tersebut menjadi materi yang sedang didalami tim.

“Ini bagian dari materi yang didalami. Eskalasi yang di lapangan dengan SOP. Eskalasi kontigensi ’emergency’ sifatnya bagaimana, kontingensi ‘plan’, dan ’emergency plan’ bagaimana. Hal tersebut bakal diaudit,” katanya.

Polri, katanya, sedang melakukan pemeriksaan di level manajerial penanganan lapangan terkait penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan. “Sedang dimintai keterangan di level manajerial penanganan lapangan. Biar tim kerja dulu. Tunggu dulu. Asas kehati-hatian, ketelitian, dan kecermatan jadi standar,” ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan