28 Polisi Diduga Melanggar Kode Etik, Ketua Panitia Penyelenggara Arema FC dan Ketua Security Officer Dihukum Seumur Hidup

  • Bagikan
Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Foto:ist

FAJAR.CO.ID, MALANG -- Aparat kepolisian yang mengamankan pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur ditengarai kuat melanggar kode etik.

Tragedi yang berujung tewasnya ratusan suporter Arema FC itu, bahkan membuat puluhan polisi diperiksa. Dari puluhan yang diperiksa itu, 28 personel kepolisian diperiksa Irsus dan Paminal.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan puluhan aparat kepolisian itu diduga melanggar kode etik anggota Polri. Jumlah aparat yang diperiksa kemungkinan bisa bertambah.

"Sampai hari ini diperiksa anggota polisi yang diduga terkait pelanggaran kode etik 28 personel Polri tidak menutup kemungkinan akan bertambah," kata Dedi saat konferensi pers di Malang, Senin (3/10).

Di sisi lain, dua anggota Polri yang gugur dalam tragedi Kanjuruhan, yakni Aipda Anumerta Andik Purwanto Bintara Polres Tulungagung dan Brigpol Anumerta Fajar Yoyok Mujiono Bintara Polres Trenggalek diberikan penghargaan. Penghargaan itu diberikan untuk mengenang jasa mereka berdua selama bertugas.

"Kemarin sudah dimakamkan secara kedinasan dan sudah dinaikkan pangkat luar biasa anumerta, setingkat lebih tinggi berdasarkan ST kapolri nomor STR/742/X/KEP 2022," tuturnya.

Selain itu, dalam tragedi Kanjuruhan Polri telah mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat digantikan AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya. Selain itu, ada sembilan komandan Brimob Polda Jatim yang dinonaktifkan sebagai berikut.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan