Jadi Penyebab Kematian Terbanyak, Ini Saran Menkes agar Terhindar dari Penyakit Jantung

  • Bagikan
Ilustrasi lemah jantung

FAJAR.CO.ID -- Masih jadi momok karena merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia, penyakit jantung ternyata mencatatkan beban biaya tertinggi yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dibanding penyakit lainnya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meminta masyarakat mencegahnya dengan pola hidup sehat.

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5 persen pada 2013 menjadi 1,5 persen pada 2018.

Bahkan, penyakit jantung ini menjadi beban biaya terbesar. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021 pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp7,7 triliun.

Menkes Budi mengatakan, penyakit jantung bahkan menjadi penyakit dengan biaya tertinggi di Indonesia. Dari sisi biaya, lanjutnya, kardiovaskular seperti jantung dan stroke jadi penyakit yang paling banyak membuat masyarakat menderita.

“Dari sisi beban biaya pemerintah Republik Indonesia itu (penyakit jantung) juga yang paling tinggi. Jadi tiap tahun pada klaim BPJS itu yang paling banyak itu kardiovaskular,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemenkes, Selasa (4/10/2022).

Ia menambahkan penyakit jantung atau kardiovaskuler juga merupakan penyakit yang paling banyak memakan korban. Saat ini pemerintah tengah mengupayakan pemerataan dokter spesialis kardiovaskular di seluruh Indonesia. Kondisinya saat ini dari 34 provinsi hanya 28 provinsi yang bisa melakukan bedah jantung.

“Alatnya sudah ada, masalahnya dokter spesialisnya kita sangat kekurangan. Kita sangat kekurangan dokter spesialis dan ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat kita meninggal setiap tahunnya karena kekurangan dokter dan kekurangan dokter spesialis,” tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan