Sikapi Peristiwa Kanjuruhan, Presiden FIFA: Tragedi di Luar Nalar

  • Bagikan
Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Foto:ist

FAJAR.CO.ID -- Presiden FIFA Gianni Infantino, menyampaikan pernyataan resmi terkait tragedi Kanjuruhan.

Dilansir dari situs resmi FIFA, Gianni peristiwa itu adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar nalar.

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami untuk para korban, rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan liga sepak bola Indonesia pada saat yang sulit ini," katanya.

Pernyataan pria 52 tahun tersebut secara implisit juga memperbesar peluang sanksi yang akan didapat Indonesia.

Sebab, merujuk Pasal 19 FIFA Stadium Safety and Security Regulations tentang Pitchside Stewards, ada standar operasional yang dilanggar atau tidak diterapkan.

Misalnya, larangan gas air mata yang dibawa petugas keamanan. Atau, jika memang tensi pertandingan tinggi sehingga ada potensi suporter masuk lapangan, tiket barisan kursi terdepan tidak dijual kepada penonton umum. Deretan itu harus diduduki petugas keamanan atau polisi.

Salah satu sanksi yang ramai diperbincangkan adalah menyangkut status tuan rumah Piala Dunia U-20 yang rencananya dihelat di Indonesia pada Mei 2023.

Padahal, kesempatan tampil sebagai tuan rumah sangat berharga karena Indonesia kali terakhir merasakannya pada edisi 1979 ketika Jepang menjadi tuan rumah. Kala itu, langkah Indonesia juga hanya sampai fase grup.
Jika rencana itu dibatalkan, artinya Indonesia mengalami dua kali kegagalan. Ya, sebenarnya Piala Dunia U-20 tahun depan adalah agenda 2021.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan