Aswanto Dicopot dari Hakim MK Karena Anulir Produk DPR, Mardani Ali Sera: Alasan Tidak Bisa Dibenarkan

  • Bagikan
Politisi PKS, Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID,JAKARTA—Pencopotan Aswanto sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya terkuak, Guru Besar Hukum Universitas Hasanuddin itu ditenggarai dipecat sebelum masa jabatan habis karena banyak menganulir produk hukum garapan DPR.

Hal itu diasampaikan langsung Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto. Menurut dia, walaupun Aswanto hakim usulan DPR, tapi banyak menganulir produk yang dibuat lembaganya.

Kabar tersebut sontak ditanggapi oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Melalui akun Twitternya, ia menyoal alasan dipecatnya Aswanto.

Menurutnya, alasan tersebut tidak bisa dibenarkan. Apalagi kata dia, Indonesia sebagai negara demokrasi.

“Alasan yang tidak bisa dibenarkan. Salah satu tolok ukur kemerdekaan kekuasaan kehakiman, seperti yg dijamin dlm UUD, adanya keterputusan relasi antara kuasa lembaga politik & institusi peradilan.,” imbuhnya, Rabu (5/10/2022).

“Terlebih dalam pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi,” tambah Mardani.

Adapun, pengganti Aswanto yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah. Ia disahkan disahkan menjadi hakim MK atas usul DPR, Kamis (29/9/2022).

Pengesahan penggantian hakim MK ini dilakukan dalam rapat paripurna ke-7 masa persidangan I tahun 2022-2023 yang digelar di ruang rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pengesahan ini diambil atas usulan Komisi III DPR RI Bidang Hukum dan HAM yang sebelumnya melakukan rapat internal, pada Rabu (28/9).
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan