Baim Wong dan Paula Verhoevan Buat Konten Prank di Kepolisian, Kombes Endra Zulpan Nilai Perbuatan Tidak Terpuji dan Melawan Hukum

  • Bagikan
Baim Wong dan Paula meminta maaf usai bikin prank KDRT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aksi yang dilakukan pasangan selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven untuk konten prank bakal terus berbuntut panjang. Kedua pasangan ini bakal diproses hukum kepolisian.

Kendati apa yang dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven niatnya sekadar prank, namun tindakan itu dinilai telah melanggar hukum apalagi dilakukan pada institusi kepolisian. Sehingga, prank tersebut dianggap merendahkan Polri.

“Jadi terkait baim wong sekali lagi tidak dibenarkan buat laporan palsu terhadap kepolisian. Karena ini perbuatan tidak terpuji dan melawan hukum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/10/2022).

Zulpan pun meminta, Baim Wong bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Sebab, penyidik saat ini juga tengah menyelidik pidana terhadap apa yang dilakukan Baim itu.

“Apabila memang ada maksud lain, unsur pidananya tidak terpenuhi tentunya kita bisa membuka peluang untuk meminta maaf ataupun restorasi justice,” ujarnya.

Namun, kata Zulpan, bila dalam penyelidikan terpenuhinya unsur pidana dalam video prank Baim itu. Maka penyidik melanjutkan kasus tersebut hingga ke tahap persidangan.

“Tapi apabila terpenuhi unsur pidananya setelah dimintai keterangan, juga bisa sebaliknya,” ujarnya.

Diketahui, prank itu bermula saat Youtube Baim Paula menayangkan sebuah video pada Minggu (2/10/2022) yang berisi Paula Verhoeven berpura-pura membuat laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Paula masuk ke kantor Polsek Kebayoran Lama menggunakan kamera tersembunyi, sementara Baim duduk di dalam mobil memantau aktivitas istrinya melalui layar monitor.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan