Gara-gara Status WhatsApp, Pemuda Dianiaya Oknum Polisi dan Disuruh Minta Maaf ke Anjing Pelacak

  • Bagikan
ILUSTRASI. Penganiayaan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menerima pegaduaan dugaan tindak penyiksaan oleh oknum anggota Polres Halmaera Utara.

Hal itu dirilis akun resmi Twitter KontraS, Rabu (5/10/2022).

Dalam ciutan Twitter KontraS itu, dugaan tindak pidana penyiksaan itu berawal dari status whatsApp, yang berujung pada tindakan tidak manusiawi terhadap Yolius (22).

Yolius Ongen pada 18/9/2022, 18.00 WIT lalu membuat unggahan di Whatsapp-nya bentuk ekspresi atas pandangannya terhadap kepolisian. Dari unggahan tersebut, membuatnya dicari oleh anggota Polres Resort Halmahera Utara.

Pada 20/9/2022 Ongen didatangi polisi di rumahnya lalu dipukul di bagian wajah hingga lebam di bawah mata sebelum ia tahu penyebabnya. Ia langsung dibawa ke Polres Halmahera Utara.

Setibanya di kantor polres, Ongen mengalami tindakan sewenang-wenang dari aparat dan tindakan tidak manusiawi. Ongen dimasukkan ke dalam kendang anjing sembari dipukuli, korban juga disuruh jalan jongkok, hingga berguling di aspal.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan