Janji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Pangdam V Brawijaya Periksa 5 Anggota TNI

  • Bagikan
Tangkapan Layar.

FAJAR.CO.ID -- Tragedi Kanjuruhan menyisakan luka mendalam bagi para pecinta sepak bola dan rakyat Indonesia pada umumnya. Pangdam V Brawijaya pun berjanji mengusut tuntas kasus itu.

Salah satunya dengan memanggil 5 orang anggota yang diduga melakukan kekerasan kepada suporter Arema. "Lima orang (diperiksa),” tutur Pangdam V Brawijaya Mayjen Nurchahyanto, Rabu (5/10).

Dia mengaku ada tindak kekerasan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10). Kekerasan itu berujung pada tewasnya 131 orang suporter Arema.

”Sekarang diperiksa di Pomdam Malang. Sedang dalam proses dan kita lihat perkembangannya,” terang Nurchahyanto.

Atas hal itu, Pangdam meminta maaf pada seluruh suporter Arema. Permohonan maaf juga disampaikan pada korban tragedi Kanjuruhan itu.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi di Kanjuruhan,” ujar Nurchahyanto.

Atas hal itu, dia menegaskan, prajurit yang terlibat akan diproses secara hukum. Terlebih berdasar video yang beredar, anggota TNI AD tampak memukul dan menendang suporter Arema.

Meski demikian, menurut Nurchahyanto, masih banyak anggota yang membantu evakuasi korban. ”Media juga melihat prajurit kami bahu membahu dengan suporter Arema dan kepolisian untuk memberi pertolongan pertama saat kerusuhan. Saya apresiasi,” ucap Nurchahyanto. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan