Kabar Gembira untuk Tenaga Honorer Soal Penghapusan Tahun Depan

  • Bagikan
Ilustrasi tenaga honorer

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR --- Penghapusan honorer pada November 2023 masih simpang siur. Tarik ulur kebijakan ini belum sepenuhnya serius pascainformasi bahwa tahun depan penghapusan tenaga non-ASN ini ditunda.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Imran Jauzi mengatakan dirinya juga mendengar kabar bahwa penghapusan itu kemungkinan besar ditunda karena pendataan beberapa kabupaten kota yang lamban.

Hal ini mengakibatkan peniadaan honorer belum jelas terimplementasikan 2023. Bahkan, rencana Pemprov Sulsel untuk mengoutsourcingkan mereka juga bakal ditunda.

"Saya sudah dapat informasinya tetapi belum ada surat resmi yang kami dapatkan. Cuma begitu memang di berita-berita. Kita inginkan surat resminya untuk dipedomani," kata Imran, kemarin.

Ia menuturkan dengan penundaan itu maka bisa memperpanjang proses administrasi atau pendataan menjadi lebih baik. Apalagi, saat ini pihaknya mengklaim bahwa pemerintah sudah on the track.

Kalau mengacu pada PP 48 maka, lanjut dia, batasnya pada akhir November 2023. Dengan begitu pemerintah sudah punya solusi untuk menyelesaikannya, seperti bagaimana kebutuhan tenaga pemerintah daerah.

Sebaliknya jika ditunda maka pemda sudah harus punya langkah antisipasi. Misalnya berkaitan dengan penganggaran pembiayaannya honorer.

Saat ini, untuk pendataan di pemprov sendiri, ia akui sudah selesai. "Kami sisa menunggu ketentuan yang pasti dan yang diatur oleh pusat. Apalagi dalam waktu dekat akan ada tes P3K. Sisa menunggu juklak resmi untuk pelaksanaannya," akunya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan