Kompolnas Tak Temukan Pemberi Perintah Tembakan Gas Air Mata, Said Didu: Gampang, Tanya Pelakunya

  • Bagikan
Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Foto:ist

FAJAR.CO.ID -- Penembakan gas air mata ke arah suporter dipastikan jadi pemicu banyaknya korban jiwa saat tragedi Kanjuruhan berlangsung. Hanya saja, hingga saat ini, Kompolnas belum menemukan adany perintah penggunaan gas air mata.

Hal itu pun mendapat tanggapan dari pegiat media sosial yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Menurutnya, itu merupakan hal yang sangat janggal.

"Prof @mohmahfudmd yth, kompolnas kok blm bisa menemukan siapa yg berikan perintah penembakan gas air mata, padahal ini pekerjaan paling gampang: tanya pelakunya siapa yg perintahkan.
Anak kecil pun bisa lakukan hal seperti itu," tulis Said Didu melalui akun twitternya, @msaid_didu, Rabu (5/10/2022).

Diketahui, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Wahyu Rudanto, menegaskan bahwa dalam proses pengamanan pertandingan pekan kesebelas Liga 1 yang mempertemukan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Sabtu (1/20/2022) lalu, tidak ada perintah dari Kapolres Malang untuk menembakkan gas air mata.

“Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan represif, dengan tembakan gas air mata,” ucapnya dalam press conference yang dilakukan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Malang, pada Selasa (4/10/2022).

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa Kapolres Malang yang saat ini sudah dicopot yaitu AKBP Ferli Hidayat, juga tidak memerintahkan pihak keamanan yang bertugas di stadion untuk menutup pintu seusai pertandingan tersebut.

Dalam mengusut tragedi Kanjuruhan, Pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang bertindak sebagai Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan menargetkan investigasi kasus tersebut akan selesai dalam waktu satu bulan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan