Liga 1 Tertunda, Manajemen PSM Janji Gaji Pemain Tetap Dibayar

  • Bagikan
CEO PSM Makassar Sadikin Aksa (kiri)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tragedi Kanjuruhan membuat nasib Liga 1 masih terkatung-katung. Sanksi berat hingga pembekuan bisa saja menimpa kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu. Dampaknya jelas akan merugikan banyak pihak. Meski jadwal pertandingan belum jelas, manajemen PSM janji gaji pemain tetap akan dibayar.

Direktur Utama PSM Makassar Sadikin Aksa sadar akan situasi saat ini. Kendati tertundanya liga hingga batas waktu yang masih belum jelas bukan hanya berdampak pada PSM. Melainkan kontestan Liga 1 lainnya.

Karena itu, Dirut PT PSM punya misi memperbaiki struktur perusahaan. Salah satunya, struktur keuangan perusahaan. Dia menilai menjadi perusahaan berkelanjutan dibutuhkan struktur keuangan yang kuat.

Hanya saja, sisi ini bukan hanya datang dari sisi manajemen. Termasuk suporter yang datang membayar untuk menonton laga Pasukan Ramang juga jadi bagian sistem yang kuat.

Berkaca dari tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa. Duka mendalam bagi semua insan sepak bola. Termasuk kompetisi Liga 1 yang kini menunggu nasib.

"Kejadian inilah yang dikatakan risiko. Jeda atau pemberhentian, apakah gaji pemain tidak dibayar? Tentu tidak. Pemain harus kita bayar. Makanya, kenapa saya ingin perbaikan dari sisi struktur keuangan perusahaan," ungkap Sadikin.

Jika dianggap sudah lebih baik, Sadikin kemudian berlanjut pada proyek utama kedua. Dia ingin Pasukan Ramang punya facility traning (fasilitas latihan) sendiri.

Anak dari pasangan Aksa Mahmud dan Ramlah Kalla itu paham tim profesional sudah semestinya memiliki fasilitas latihan sendiri. Sebab, inilah yang kemudian menuntun PSM mampu membangun persaingan di setiap kompetisi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan