Liga 1 Tertunda, Manajemen PSM Janji Gaji Pemain Tetap Dibayar

  • Bagikan
CEO PSM Makassar Sadikin Aksa (kiri)

Hanya, untuk menuju ke sana tentu tujuan utama harus tercapai, yakni kuatnya struktur keuangan perusahaan. Modal besar sangat diperlukan demi misi proyek besar selanjutnya.

"Makanya kita sangat menyayangkan tragedi Kanjuruhan. Dampaknya bukan hanya ke kita, tapi industri sepak bola. Namun, kita belum bisa menentukan sikap. Kita haru menunggu keterangan dari federasi atau PT Liga," lanjut Sadikin.

Efek Jera

Pengamat sepak bola Budiardjo Thalib melihat kejadian ini akan berdampak besar pada kompetisi sepak bola Indonesia. Walaupun semua ingin sebaliknya.

Jika kompetisi dihentikan dengan jeda waktu yang lama, dipastikan akan sangat berdampak. Klub yang berjuang akan kembali menyusun strategi seperti awal.

"Kalau penundaan seminggu masih wajar. Bagaimana jika ada keputusan yang panjang lagi? Bukan hanya menyusun ulang, mental pemain juga akan terdampak," ungkapnya.

Pelatih yang membawa Persik Kediri promosi ke Liga 1 musim 2021 itu berbicara bukan tanpa dasar. Sebab, bagus jika klub punya sisi keuangan yang baik, tetapi bagaimana dengan mereka yang hanya berharap dari sponsor dan tiket.

Olehnya, PSSI perlu bersikap jika FIFA sudah turun tangan dan memberikan sanksi berat bagi kompetisi dengan antusias paling semarak di Indonesia. Bukan hanya memikirkan diri, tetapi tim dan pemain juga.

Sama seperti yang dikatakan kelompok suporter PSM dari Komunitas VIP Selatan (KVS). Mereka sangat berharap Liga 1 tetap berjalan.

"Inilah tugasnya PSSI kalaupun sanksi FIFA menimpa liga kita. Orang-orang di sana perlu bersikap agar sanki itu lebih ringan. Kasihan pemain, pelatih, dan staf lainnya. Ada keluarga yang mereka hidupi," tegas Kordinator KVS, Erwinsyah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan