Novel Baswedan Sebut Perkara Formula E Terkesan Dipaksakan, Denny Siregar: Untung Lu Udah di Luar KPK

  • Bagikan
Denny Siregar (YouTube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus Formula E yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus menuai sorotan.

Apalagi setelah adanya isu penjegalan Anies maju Capres 2024 melalui kasus tersebut. Kabar ini awalnya muncul setelah KPK disebut memaksakan perkara itu.

Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan meminta KPK untuk membuka rekaman rapat perkara Formula E.

Hal ini kata dia penting agar masyarakat mengetahui keadaan sebenarnya saat rapat, artinya untuk membuktikan KPK tidak mempolitisasi kasus ini.

“Agar masy tahu bagaimana cara Pimp KPK (Firli n Alex) memaksakan perkara tsb.
Kalo merasa tidak ada paksaan, mestinya tidak perlu khawatir,” ucapnya dalam akun twitternya, Selasa, (4/10/2022) kemarin.

Di sisi lain dia meminta agar kasus bansos, Harun Masiku, Benur dan beberapa kasus pajak segera dibuka.

Sementara melalui videonya, pria kelahiran Semarang ini menyebut adanya dugaan politik jahat dalam perkara ini.

“Ternyata dugaannya digunakan untuk politik jahat. Saya khawatir bukan cuman ini aja. Nanti ada aja tokoh-tokoh lain, atau partai politik lain yang dikerjai dengan cara yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, jika KPK seperti ini akan berdampak kepada dua hal. Pertama, akan ada korban yang mungkin tidak bersalah. Kedua, kepercayaan publik kepada KPK bisa lebih menurun.

“Itu yang lebih berbahaya. Bahayanya dua, yang pertama adalah akan ada korban orang yang mungkin tidak bersalah, orang yang kemudian mempunyai prestasi tertentu untuk menjadi kandidat pemimpi di negara ini ataupun di legislatif, maka dia bisa dijegal. Kerugian kedua, akan membuat kepercayaan publik kepada lembaga penegak hukum terutama yang bertugas untuk memberantas korupsi seperti KPK, akan semakin turun terhadap, karena ini rugi kita semua. Ini yang perlu kita perhatikan, perlu kita jaga,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan