Sedih Lihat Tragedi Kanjuruhan, Pele: KekerasanTak Punya Tempat dalam Olahraga

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Mantan pemain terbaik dunia sekaligus Legenda tim nasional Brasil, Pele, menyatakan kekerasan tak mempunyai tempat dalam olahraga.

Dirinya mengaku sedih, menanggapi tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober lalu serta menewaskan 125 orang, termasuk di antaranya 32 anak-anak.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @pele legenda sepakbola dunia itu menulis beberapa kalimat sedih dan ucapan bela sungkawanya.

"Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,"tulis di Instagram pribadinya, Rabu (5/10).

Menurutnya tidak ada kekerasan dalam sepakbola, tidak kekecewaan dalam kekalahan semua harus menerima dengan lapang dada.

"Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia. Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,"ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan yang membuat sedikitnya 125 orang meninggal dunia itu saat ini sedang dalam investigasi oleh tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD.

Selain itu, Komite Disiplin PSSI juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Arema FC sebagai tim tuan rumah berupa larangan menyelenggarakan pertandingan di Malang. Arema FC juga diberikan sanksi denda sebesar Rp 250 juta akibat tragedi tersebut.(Erfyansyah/fajar).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan