Sepak Terjang Niluh Djelantik, Pejuang Kaum Marjinal Bali Disebut Tidak Berbuat Apa-apa di NasDem

  • Bagikan
Niluh Djelantik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Niluh Djelantik merupakan perempuan asal Bali yang selama ini berkarir di bidang politik sekaligus sebagai pengusaha.

Pemilik nama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik kelahiran 15 Juni 1975 itu jadi buah bibir usai memutuskan mundur dari Partai NasDem sesaat setelah Anies dideklarasikan sebagai calon presiden 2024.

Niluh kecil dibesarkan oleh sang ibu karena cerai dengan ayahnya diusia dua tahun.

Oleh karenanya, kebiasaan Niluh sejak kecil adalah membantu ibunya berdagang di pasar.

Saat mendapatkan sepatu untuk bersekolah, sang ibu membeli sepatu dengan ukuran yang jauh lebih besar dari ukuran kakinya. Alasannya yakni agar sepatu tersebut bisa dipakai lebih lama dan tidak perlu sering membeli sepatu baru.

Meski kurang nyaman, untuk mengakali agar lebih pas dipakai, Niluh menambahkan beberapa lembar kain di bagian bawah sehingga sepatunya tidak kedodoran saat dipakai.

Dari sinilah kemudian minat Niluh terhadap sepatu mulai muncul. Dia ingin mendapatkan sepatu sesuai dengan keinginannya dan nyaman digunakan.

Ketika dewasa, ia memilih melanjutkan pendidikannya di Ibu Kota.

Dia bekerja untuk sebuah perusahaan tekstil internasional pada siang hari dan mengambil sekolah bisnis di Universitas Gunadarma.

Niluh meniti karir profesionalnya pada tahun 1995 sebagai Operator/Resepsionis Telepon di PT. Primatek Multindo, Perusahaan Mesin Tekstil milik Swiss, dan pada tahun 1996 bekerja di CIC BANK sebagai Personal Assistant to the Representative.

Pada tahun 2000 ia memulai posisi penjualan pertamanya di PT. Gudang Mas Satria sebagai Account Executive.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan