Soroti Paradigma Represif Kepolisian, Masinton Pasaribu ke Mahfud: Korban Akan Selalu Berjatuhan

  • Bagikan
Politisi PDIP Masinton Pasaribu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI Masinton Pasaribu mengatakan kepada Menkopolhukam Mahfud MD, akar masalah dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur adalah paradigma represif.

“Tuan Prof @mohmahfudmd pangkal masalahnya adlh “PARADIGMA REPRESIF” petugas keamanan dlm menghadapi aksi massa di lapangan,” katanya melalui akun twitternya, Selasa, (4/10/2022).

Menurutnya jika paradigma represif tetap digunakan, maka korban akan selalu berjatuhan.

“Sepanjang paradigma represif ini yg digunakan maka korban akan selalu berjatuhan. Saatnya dibenahi 🙏🙏,” ucapnya.

Diketahui, laporan terkait jumlah korban peristiwa ini berbeda-beda, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (4/10/2022) pukul 10.00 WIB, korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 131 orang.

Kasus Tragedi Kanjuruhan ini sudah masuk tahap penyidikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/KEP./2022 tertanggal 3 Oktober 2022.

Setidaknya ada 9 komandan Brimob Polda Jatim yang telah dicopot dari jabatannya gegara peristiwa itu.

Ketua Panitia Pelaksana Abdul Haris Arema FC pun resmi dijatuhkan sanksi berat,

Ada dua keputusan dalam surat tersebut diantaranya menjatuhkan sanksi berat dengan mencabut hak Abdul Haris beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup.

Kedua, pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan