Tentara Pengamanan Perbatasan Sebut Beras di NTT Seharga Rp8 Ribuan Ternyata Keliru, Ini Harga Sebenarnya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA—Letnan Kolonel Invanteri Yudi Yahya Batalyon Infanteri Raider Khusus 744Satya Yudha Bhakti menyebut harga beras di perbatasan Indonesia-Timor Timur, yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar Rp8 ribuan.

Hal itu ia sampaikan saat laporan kondisi perbatasan wilayah Indonesia kepada Presiden Joko Widodo di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI), pada Rabu (5/10/2022).

“Mohon izin melaporkan. Situasi di perbatasan sektor timur RI dalam kondisi aman presiden,” kata Yudi Yahya melaporkan langsung dari NTT kepada presiden di Jakarta melalui sambungan virtual.

Orang nomor satu di RI itu pun menanggapi dengan santai, ia menanyakan soal kondisi Yudi Yahya di sana. “Kalau belanja untuk bahan makanan harus ke Atambua, Belu atau tempat lain?”

“Kami belanja di kota Atambua bapak,” kata Yudi Yahya.

Jokowi pun kembali menanyakan, apakah Atambua adalah lokasi paling dekat untuk belanja mahan makanan. “Siap, paling dekat bapak presiden,” ungkap Yudi Yahya tegas.

Di luar dari pertanyaan soal keamanan di perbatasan, Jokowi malah menanyakan soal harga beras di wilayah Yudi Yahya bekerja. “Harga beras per kilo berapa sekarang?”

“Siap. Mohon izin, harga beras sekitar delapan ribu rupiah Bapak Presiden,” Yudi Yudha kembali menjawab.

Merespon jawaban Letnan Kolonel Invanteri itu, Jokowi pun terlihat tersenyum tipis. “Kok murah banget. bener?”

“Siap betul,” tegas Yudi Yudha.

Sementara itu, menurut pantauan Fajar, dilihat dari website Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium di Wilayah NTT per 4 Oktober serharga Rp10 ribu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan