Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon: Kuncinya Jelas di Situ, Gas Air Mata

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9). Aristo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan gas air mata oleh aparat kepolisian saat suporter Arema FC berulah, disinyalir menjadi salah satu pemicu kepanikan penonton hingga berujung tewasnya ratusan orang.

Padahal, penggunaan gas air mata di dalam stadion, sudah jelas dilarang FIFA. Hal ini pun menjadi sorotan, karena penembakan gas air mata tetap dilakukan di dalam stadion terutama ke arah penonton.

Anggota DPR RI, Fadli Zon pun turut menyoroti penggunaan gas air mata oleh polisi saat menangani suporter seusai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Sebab, kata Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) itu, penggunaan gas air mata di dalam stadion telah dilarang FIFA.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan seusai pertandingan antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Penggunaan gas air mata itu diketahui membuat suporter Arema FC, Aremania panik dan berujung Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. "Kuncinya jelas di situ, gas air mata," kata Fadli ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan polisi bisa saja menyiapkan meriam air atau water cannon dalam menangani suporter di stadion guna mencegah korban jiwa.

Politikus Gerindra itu pun meminta penanganan terhadap suporter di stadion bisa dievaluasi. Toh, mereka bukan musuh dan hanya ingin menyaksikan pertandingan sepak bola.

"Ini seperti menganggap rakyat itu kayak musuh. Ini enggak boleh, mentalitas seperti ini yang harus diubah dari aparat penegak hukum juga aparat pengamanan," tutur Fadli.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan