Berpotensi Dipolitisasi, Nunung Dasniar Heran dengan Kebijakan Danny Pomanto Tunda Pemilu Raya RT/RW

  • Bagikan
Anggota Komisi C DPRD Makassar, Nunung Dasniar (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kebijakan Wali Kota Makassar Danny Pomanto untuk menunda pemilu raya RT/RW menuai kontroversi.

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Nunung Dasniar salah satu dari legislator yang turut menyoroti.

Dia menilai, keputusan pemerintah kota Makassar itu malah akan menambah kegaduhan yang terjadi.

Apalagi sudah lama masyarakat menginginkan pemilu raya segera digelar. Bahkan sempat terjadi aksi demonstrasi menuntut pemilu raya digelar secepat mungkin.

"Pemkot tidak boleh menunda, pasti akan ada riak-riak di masyarakat dan besar kemungkinan akan ada demo," kata Nunung Dasniar saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Kamis (6/10/2022).

Dia juga heran dengan sikap Pemkot Makassar yang tiba-tiba menunda pemilihan ini.

Padahal Pemilihan RT/RW sudah disokong anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp2,9 miliar.

"Hak masyarakat yang didahulukan, anggaran sudah diketuk, tunggu apa lagi," tegasnya.

Jika salah satu alasannya karena sistem e-voting yang belum siap atau maksimal, Pemkot Makassar bisa melakukan pemilihan secara manual atau konvensional.

Ia menilai, penundaan Pemilu Raya RT/RW hingga tahun 2024 sangat lama.

Jangan sampai ada kepentingan politik di dalamnya yang bisa mengganggu ketenangan masyarakat.

Apalagi sekarang ini banyak masyakarat yang mengeluh bahwa pelayanan di RT/RW tidak terlalu baik.

Hal tersebut karena minimnya pengetahuan Pj RT/RW yang menjabat saat ini.

"Jangan buat masyarakat berpikiran negatif, pemerintah harus selektif untuk memilih dan mendampingi masyarakat di tingkat RT/RW," tandas Legislator dari Fraksi Gerindra ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan