Direktur Utama PT LIB Ditetapkan Tersangka, Ini Profil Akhmad Hadian Lukita

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA --Terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan membuat Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita (AHL) resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 6 Oktober 2022.

AHL menjadi satu dari lima tersangka lain yang diumumkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam konferensi pers, Kapolri resmi menetapkan enam tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Selain AHL, lima orang tersangka lainnya yakni, AH (ketua panpel), SS (security officer), Wahyu SS (kabag ops polres malang), H (Deputi 3 Danyon Brimob Polda Jatim), PSA (kasat samapta polres malang).

Akhmad Hadian Lukita merupakan pria kelahiran Bandung Maret 1965.

Dia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT LIB melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2020.

AHL menggantikan posisi Mayjen (Purn) Cucu Somantri saat ditunjuk sebagai Direktur Utama PT LIB.

Pemilihan Lukita sebagai direktur utama PT LIB sempat jadi sorotan publik, karena latar belakang bukan dari sepak bola.

AHL pernah ditunjuk sebagai Presiden Indonesia Formula One Society di Indonesia tahun 1999 dan bertindak sebagai Ketua Paguyuban Karyawan SBTM ITB sejak 2007.

Ia juga memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang Penelitian/Konsultan IT, Telekomunikasi, Manajegemen, Pengembangan Bisnis dan Enterprise architecture dan energi.

AHL juga sempat tercatat menjadi Direktur utama di PT. LAPI DIVUSI sejak 2013, perusahaan yang bergerak di bidang dunia IT.

Di PT LIB, dia mempunyai tugas untuk memantau berjalannya dua Liga yakni Liga 1 dan Liga 2. (fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan