Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Pengamat Militer: Kapolri Harus Berani Mencopot Kapolda Jatim

  • Bagikan
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada saat memberikan keterangan kepada media di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10). (Vicki Febrianto/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo malam ini mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober lalu.

Tragedi Kanjuruhan tersebut menelan korban jiwa sedikitnya mencapai 131 orang. Ini adalah bencana kematian terbesar kedua dalam pertandingan sepak bola dalam sejarah. Hanya berada di bawah tragedi di Estadio Nacional, Peru pada 24 Mei 1964 yang menewaskan 328 orang.

Enam tersangka tersebut terdiri dari tiga sipil dan tiga polisi. Tiga sosok sipil tersebut adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.

Sedangkan dari unsur kepolisian, tiga tersangka tersebut adalah Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kabagops Polres Malang), AKP Bambang Sidik Achmadi (Kasat Samapta Polres Malang), dan AKP Hasdarmawan (Danki Brimob Polda Jatim).

Menurut Kapolri, enam tersangka tersebut dijerat dengan pasal 359 dan 360 KUHP. Yakni kelalaian yang menyebabkan kematian (pasal 359) dan kelalaian yang menyebabkan luka berat (pasal 360).

“Tentunya tim akan bekerja maksimal, kemungkinan ada penambahan-penambahan pelaku. Apakah itu pelanggar etik maupun pelaku yang akan kami tetapkan karena pelanggaran pidana,” ucap Kapolri dalam konferensi pers di Malang (6/10).

“Dan tim akan terus bekerja dan betul-betul menyelesaikan kasus yang saat ini kami proses. Khususnya yang pidana, kami akan segera berkoordinasi dan kejaksaan agung dan kejaksaan yang ada di wilayah Jawa Timur.”

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan