Jika Bertindak Represif kepada NasDem, PDIP Bakal Mendapat Efek Jauh Lebih Buruk

  • Bagikan
Anies dan Surya Paloh. FOTO: MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Pakar Politik Unhas, Ali Armunanto, melihat, Partai NasDem bisa saja dikerjai Partai Penguasa PDIP karena telah selangkah lebih awal menunjuk Capres.

Namun, menurut Ali, jika PDIP melakukan hal tersebut, maka akan mendapat efek jauh lebih buruk. Misalnya, melakukan tindakan represif terhadap Partai NasDem.

"Yang akan terjadi setelah itu adalah PDIP akan mendapatkan efek jauh lebih buruk. Artinya, apa pun yang terjadi dengan Anies Baswedan, misalnya, ketika mungkin akan ditetapkan tersangka oleh KPK ataupun pencopotan Menteri NasDem, atau pun Kepala Daerah yang kemudian dikerjai oleh Pemerintah pusat, tentu akan menyudutkan, malah menyudutkan posisi PDIP," ujarnya kepada fajar.co.id (6/10/2022).

Jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) itu menilai, semua kebijakan-kebijakan pemerintah pusat tentu akan dikaitkan dengan PDIP.

"Nah, semakin represif mereka, terhadap NasDem, maka akan semakin buruk juga pencitraan publik terhadap PDIP dan Pemerintah," lanjutnya.

Ali menambahkan, justru ketika dilakukan tindakan represif itu oleh PDIP, malah akan meningkatkan simpati masyarakat kepada NasDem. Bukan malah mematikannya, tetapi meningkatkan simpati masyarakat kepada NasDem.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, upaya Partai Nasdem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres Pemilu 2024 bukan tanpa risiko.

Menurutnya, langkah tersebut mengancam tiga menteri Nasdem di Kabinet Indonesia Maju. Ketiga menteri itu berpotensi dicopot karena alasan politik.

Ada pun tiga menteri Nasdem yang kini menjabat di kabinet yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Tak hanya pencopotan menteri, menurut Umam, langkah politik Nasdem juga sangat mungkin berimplikasi pada evaluasi total posisi partai besutan Surya Paloh tersebut di seluruh lingkaran kekuasaan.(Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan