Jokowi Sebut Tragedi Kanjuruhan Karena Pintu Terkunci, Yan Harahap: Andai Tak Ada Gas Air Mata Tentu Penonton Tak Sepanik Itu

  • Bagikan
Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat, Yan A Harahap [email protected]

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR -- Usai melakukan penyelidikan Presiden Joko Widodo mendapatkan gambaran Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang meninggal usai laga Arema menghadapi Persebaya pada Sabtu 1 Oktober lalu.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai Menko Polhukam Mahfud MD akan bekerja melihat secara detail permasalahan yang ada dan mengungkap penyebab tragedi tersebut.

Dari hasil temuannya, permasalahan yang terjadi adalah pintu keluar yang dikunci dan kepanikan penonton menjadi sebab banyaknya jatuhnya korban saat kejadian dalam hal ini tangga yang terlalu curam.

Akan tetapi menurut salah satu politisi dari Partai Demokrat, Yan Harahap tragedi yang menewaskan ratusan orang itu adalah murni karena tembakan gas air mata yang membabi buta.

“Menurut saya penyebab utamanya adlh tembakan gas air mata yg ‘membabi buta’,”tulis Yan Harahap di twitter pribadinya @YanHarahap, Kamis (6/10).

“Andai tak ada gas air mata tentu penonton tak sepanik itu berhamburan mencari pintu keluar karena mata perih dan sesak nafas,”tambahnya.

Dari temuan yang menyebut salah satu penyebab adalah tangga yang curam, Yan Harahap membantah hal tersebut dan menyebut bahwa itu sudah digunakan berkali-kali.

“Karena tangga curam?,Stadion itu sdh dipakai berkali2, gak ada masalah Pak Jokowi,”ujarnya.

(Erfyansyah/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan