Konflik Membuat Dunia Makin Sulit, Jokowi Ingatkan Perwakilan Parlemen Memperkuat Titik Temu untuk Pemulihan Ekonomi

  • Bagikan
Presiden Jokowi --Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Penyelesaian masalah global seperti krisis pangan dan ekonomi harus menjadi perhatian dunia. Potensi perbedaan apalagi konflik harus disingkirkan jauh-jauh.

Saat membuka sidang ke-9 G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan hal itu kepada para perwakilan parlemen sejumlah negara.

Jokowi mengingatkan negara-negara dunia untuk menurunkan egoisme dalam menjawab masalah global seperti krisis pangan dan ekonomi. Turut hadir puluhan perwakilan dari parlemen negara-negara asing di forum P20.

"Masing-masing kita harus berupaya keras mengatasi perbedaan, memperbanyak, dan memperkuat titik temu untuk mendorong pemulihan ekonomi dunia," ujar Jokowi dalam sambutannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan bahwa pasti ada solusi dalam setiap permasalahan.

Jokowi pun menyinggung multilateralisme yang bisa menjadi jalan paling efektif untuk mengatasi masalah global.

"Harus mau duduk bersama berbicara dan membangun jembatan dialog sehingga menemukan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi," ucap eks Wali Kota Solo itu.

Jokowi lantas mengingatkan setiap negara dunia harus menjauhi konflik. Perselisihan hanya membuat dunia makin sulit menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Semua terdampak, semua rugi, dan semua terancam. Tidak ada satu pun yang menang karena sesungguhnya semuanya kalah," ujar pria kelahiran Jawa Tengah itu.

Jokowi kemudian mengajak parlemen dunia bisa menjadi bagian dari solusi untuk menurunkan egoisme dan mencegah konflik antarnegara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan