Perintahkan Anggota Tembakkan Gas Air Mata, Alasan Tiga Polisi Ini Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

  • Bagikan
ILUSTRASI. Dampak dari kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan orang, sebanyak 25.000 orang sudah menandatangani petisi menolak polisi menggunakan gas air mata. (ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tiga anggota Polisi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.

Peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, yang berakhir dengan kemenangan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Hasil penyelidikan yang dilakukan Polri kemudian menetapkan 6 orang sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan. Dari jumlah tersangka itu, 3 diantaranya merupakan anggota Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan, salah satu yang ditetapkan tersangka adalah Kabag Ops Polres Malang Wahyu S.

Kapolri menyebut bahwa Wahyu sebenarnya mengetahui terkait adanya aturan FIFA tentang penggunaan gas air mata, namun tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata.

Tersangka Polisi kedua adalah Danki Brimob Polda Jatim berinisial H. Kapolri mengungkap bahwa H memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

"Kemudian Saudara H Brimob Polda yang bersangkutan memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata," ujar Kapolri dalam jumpa pers, Kamis 6 Oktober 2022.

Tersangka anggota Polri ketiga yang jadi tersangka yaitu Kasat Samapta Polres Malang Bambang Sidik Achmadi. Menurut Kapolri, yang bersangkutan memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata.

"Kasat Samapta Polres Malang pidana pasal 359, pasal 360 memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata," ujar Kapolri. (fin)

Berikut Daftar 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan:

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan